Selamat Datang Di Gubug Kami

Pengurus Harian Tunas

Berpose bersama setelah membahas agenda bulanan pasca UAS.

Rapat Harian II Tunas

Rapat Harian II Pengurus Tunas di sekretariat Tunas : Jl. raya Parung-Bogor, Depan SPBU Jabon Mekar-Kemang-Bogor. .

Delegasi Futsal

Tim Futsal Delegasi Tunas berfoto bersama KH. Dr. Mujib Qulyubi (Ketua STAINU Jakarta) setelah diumumkan memenangkan juara II.

Santap Sederhanan With Daun Pisang

Makan bersama setelah doa dan tahlil pada acara pengangkatan pengurus baru.

Serius Mode On

Antusiasme sahabat Tunas dalam membahas agenda-agenda organisasi dan rencana Baksos.

Senin, 10 Desember 2012

Pemikiran Filosofis Muhammad Iqbal


1.      Bidang Kenegaraan (Politik)


Pemikiran Iqbal di bidang kenegaraan, dalam mewujudkan agama Islam, dimulai ketika ia dipilih menjadi Presiden Liga Muslimin tahun 1930.

Dalam masalah politik dan kenengaraan, banyak juga gagasan-gagasan yang disumbangkan Iqbal. Pemikiran Iqbal mengenai negara misalnya, ia mengisyaratkan bahwa negara Islam merupakan suatu masyarakat yang keanggotaannya berdasarkan keyakinan agama (the relegious faith) yang sama, dan bertujuan untuk merealisasikan suatu kebebasan (freedom), persamaan (egality), dan persaudaraan(brotherhood).

 Dengan konsep seperti ini, ia menolak gagasan nasionalisme wilayah yang dianggapnya bertentangan dengan persaudaraan secara universal sebagaimana yang ditegakkan Rasulullah SAW. Nasionalisme menurut Iqbal, merupakan suatu alat yang bisa digunakan untuk memecah belah dunia muslim yang akan berakibat pada adanya pemisahan sesama manusia, terjadinya perpecahan antar bangsa-bangsa dan adanya pemisahan agama dari politik. Islam menurutnya bukan lah nasionalisme, bukan pula imperialism, tapi sebagai Liga Bangsa-Bangsa. Dari sisnilah cikal bakal lahirnya Negara Islam.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More