Selamat Datang Di Gubug Kami

Pengurus Harian Tunas

Berpose bersama setelah membahas agenda bulanan pasca UAS.

Rapat Harian II Tunas

Rapat Harian II Pengurus Tunas di sekretariat Tunas : Jl. raya Parung-Bogor, Depan SPBU Jabon Mekar-Kemang-Bogor. .

Delegasi Futsal

Tim Futsal Delegasi Tunas berfoto bersama KH. Dr. Mujib Qulyubi (Ketua STAINU Jakarta) setelah diumumkan memenangkan juara II.

Santap Sederhanan With Daun Pisang

Makan bersama setelah doa dan tahlil pada acara pengangkatan pengurus baru.

Serius Mode On

Antusiasme sahabat Tunas dalam membahas agenda-agenda organisasi dan rencana Baksos.

Senin, 31 Desember 2012

Kalimat Isim (kata Benda) dan ciri-cirinya



Kalimat isim secara bahasa adalah "kata yang menunjukan benda, terdiri dari beberapa jenis;
1. Nama Manusia
2. Nama Tumbuh-tumbuhan
3. Nama Hewan
4. Nama Benda Hewan
5. Nama Hewan
6. Keterangan Waktu
7. Keterangan Sifat
8. Kata Kerja yang Dibedakan
                 Secara istilah kalimat Isim adalah kalimat yang menunjukan makna dan tidak disertai waktu.

tanda-tanda kalimat isim, Sebagaimana dalam kitab Ajjurumiyah ditulis :
فالاسم يُعرف بالخفض والتنوين ودخول الأ لف واللام وحروف الخفض
“Kalimat isim dapat diketahui dengan : adanya khafdh/ jar; adanya tanwin; adanya alif lam; dan adanya huruf khafdh”

Penjelasan :
Ciri-ciri kalimat isim yaitu :
khafdh
tanwin
alif lam
huruf khafdh
Khafdh ditinjau dari sisi bahasa bermakna : rendah atau turun. Sedangkan ditinjau dari sisi ilmu nahwu yaitu bacaan kasrah pada sebuah kalimat isim. Bacaan kasrah tersebut adalah pada umumnya, karena pada beberapa jenis kalimat isim tanda khafdh bisa juga dengan huruf ya’ atau dengan bacaan fathah.
Contoh :
بَكرٌُ فِي المَسجدِ  = (Bakrun fil masjidi) Bakr berada di dalam masjid
Kata “al masjidi” huruf akhirnya (yaitu huruf dal) dibaca kasrah, maka kata tersebut menunjukkan dua hal yaitu : bahwa dia adalah kalimat isim dan ditandai dengan khafdh.
قامَ أخوْ بكرٍِ       = (qaama akhu Bakrin) Saudara Bakr telah berdiri
Kata “Bakrin” huruf akhirnya (yaitu ra’) dibaca kasrah, maka kata tersebut menunjukkan dua hal yaitu : bahwa dia adalah kalimat isim dan ditandai dengan khafdh.
Tanwin : هو نونٌُ ساكنة تلحَق أخرالاسم لفظا لا خطّا
“yaitu nun mati yang berada di huruf terakhir sebuah kalimat isim, nampak ketika diucapkan, tidak nampak di dalam tulisannya”
Contoh :
قمرٌُ       = (qamarun) rembulan ; huruf terakhir (huruf ra’) dibaca tanwin
مَكتبٌُ   = (maktabun) meja ; huruf terakhir (huruf ba’) dibaca tanwin
Alif Lam : yaitu adanya tambahan alif dan lam di depan sebuah kalimat isim.
Contoh :
القمر     = (al qamaru) rembulan
المكتبُ = (al maktabu) meja
Perhatikan dua contoh di atas, setelah adanya alif dan lam, maka tidak lagi dibaca tanwin.
Huruf Kahfd : yaitu huruf-huruf yang masuk kepada kalimat isim sehingga kalimat isim tersebut harus dibaca khafd.
Contoh :
رجعت من المكتبةِ         = (raja’tu minal maktabati) Saya pulang dari perpustakaan
Huruf khafdhnya adalah min.
ذهبت الي المسجدِ        = (dzahabtu ilal masjidi) Saya pergi ke masjid
Huruf khafdhnya adalah ila.

Bagian-Bagian Kalam


وأقسامه ثلاثة: اسم، وفعل، وحرف جاء لمعنى
WA AQSAAMUHUU TSALAATSATUN: ISMUN, WA FI’LUN, WA HARFUN JAA’A LI MA’NAN

Bagian-bagian dari kalam itu ada tiga kalimah: 1. Kalimah Isim, 2. Kalimah Fi’il, 3. Kalimah Huruf yg datang sebagai Huruf Ma’ani

1. KALIMAH ISIM (kata benda) = kalimah yg menunjukkan suatu makna/arti pada dirinya. dan tidak dipergunakan untuk bersamaan dengan zaman/masa. contoh: ZAIDUN = zaid (isim alam/nama seseorang). ANA = saya (isim dhamir/kata ganti orang pertama) HADZA = ini (isim isyaroh/kata tunjuk) dll.


2. KALIMAH FI’IL (kata kerja) = kalimah yg menunjukkan suatu makna pada dirinya sendiri dan dipergunakan bersamaan dengan penggunaan masa/zaman/waktu.

kalau untuk masa lampau disebut FI’IL MADHI (kata kerja lampau) contoh QOOMA = telah berdiri.
kalau untuk masa sekarang dan akan datang disebut FI’IL MUDHARI’ (kata kerja berlangsung atau akan berlangsung) contoh YAQUUMU = sedang/akan berdiri.
kalau untuk menunjukkan penuntutan pada masa akan datang disebut FI’IL AMAR (kata kerja perintah) contoh QUM..! = berdirilah..!

3. KALIMAH HURUF (kata tugas) = kalimah yg menujukkan suatu makna/arti kepada yg lain. contoh ILAA = ke, HAL = adakah?, LAM = tidak.

KALAM, KALIM, KALIMAT DAN QAUL



KALAM
Definisi Kalam menurut Istilah Ulama Nahwu adalah Sebutan untuk Lafadz yang memberi pengertian satu faedah yaitu baiknya diam. Sehingga yang berkata dan yang mendengar mengerti tanpa timbul keiskalan.

Lafadz adalah nama jenis yang mencakup Kalam, Kalim, atau Kalimat, termasuk yang Muhmal (tidak biasa dipakai) ataupun yang Musta’mal (biasa dipakai) contoh perkataan Muhmal: دَيْزٌ Daizun, tidak mempunyai arti. Contoh perkataan Musta’mal عَمْرٌو ‘Amrun, ‘Amr nama orang.
Mufid (yang memberi pengertian) untuk mengeluarkan Lafdz yang Muhmal, atau hanya satu Kalimat, atau Kalim yang tersusun dari tiga kalimat atau lebih tapi tidak memberi pengertian faedah baiknya diam, seperti Lafadz: اِنْ قَامَ زَيْدٌ Apabila Zaid berdiri.
Susunan Kalam pada dasarnya Cuma ada dua: 1. ISIM + ISIM, 2. FI’IL + ISIM. Contoh pertama: زيد قائم Zaid orang yg berdiri. Contoh kedua قام زيد Zaid telah berdiri. Sebagaimana contoh Kalam yang disebutkan oleh Mushannif pada baris baitnya, yaitu lafadz استقم ISTAQIM! Artinya: berdirilah! Pada lafadz ini terdiri dari Fiil ‘Amar dan Isim Fa’il berupa Dhomir Mustatir (kata ganti yang disimpan) FI’IL + ISIM takdirnya adalah استقم أنت ISTAQIM ANTA, artinya: berdirilah kamu! maka contoh ini memenuhi criteria untuk disebut Kalam yaitu lafadz yang memberi pengertian suatu faidah. Sepertinya Mushannif mendefinisikan kalam pada bait syairnya sebagai berikut: Kalam adalah Lafadz yang memberi pengertian suatu faidah seperti faidahnya lafadz استقم.

KALIM
Adalah nama jenis yang setiap satu bagiannya disebut kalimat, yaitu: Isim, Fi’il dan Huruf. Jika Kalimat itu menunjukkan suatu arti pada dirinya sendiri tanpa terikat waktu, maka Kalimat tsb dinamakan KALIMAT ISIM. Jika Kalimat itu menunjukkan suatu arti pada dirinya sendiri dengan menyertai waktu, maka Kalimat tsb dinamakan KALIMAT FIIL. Jika Kalimat itu tidak menunjukkan suatu arti pada dirinya sendiri, melainkan kepada yang lainnya, maka Kalimat tsb dinamakan KALIMAT HURUF. Walhasil Kalim dalam Ilmu Nahwu adalah susunan dari tiga kalimat tsb atau lebih, baik berfaidah ataupun tidak misal: إن قام زيد jika Zaid telah berdiri.

KALIMAT
Adalah lafadz yang mempunyai satu makna tunggal yang biasa dipakai. Keluar dari definisi Kalimat adalah lafadz yang tidak biasa dipakai semisal دَيْزٌ Daizun. Juga keluar dari definisi Kalimat yaitu lafadz yang biasa dipakai tapi tidak menunjukkan satu makna, semisal Kalam.

QAUL
Adalah mengumumi semua, maksudnya termasuk Qaul adalah Kalam, Kalim juga Kalimat. Ada sebagian ulama berpendapat bahwa asal mula pemakaian Qaul untuk Lafadz yang mufrad (tunggal).

Selanjutnya Mushannif menerangkan bahwa menyebut Kalimat terkadang yang dimaksudkan adalah kalam. Seperti lafadz لا إله إلا الله Orang Arab menyebut Kalimat Ikhlash atau Kalimat Tahlil.

Sebutan Kalam dan Kalim, terkadang keduanya singkron saling mencocoki satu sama lain, dan terkadang tidak. Contoh yang mencocoki keduanya: قد قام زيد Zaid benar-benar telah berdiri. contoh tersebut dinamakan Kalam karena memberi pengertian, mempunyai faidah baiknya diam. Dan juga dinamakan Kalim karena tersusun dari ketiga personil Kalimat. Contoh hanya disebut Kalim: إن قام زيد Apabila Zaid berdiri. Dan contoh hanya disebut Kalam: زيد قائم Zaid orang yang berdiri.

Referensi: Syarah Ibni ‘Aqil Li Alfiyyah Ibni Malik Page 6-7

STRUKTUR



Dewan Pelindung:
·        KH. Mujib Qulyubi (Ketua STAINU Jakarta)
·        KH. Imam Syafi’i (Kasubdit PD. Pontren)

Dewan Pembimbing:
·        Seluruh Dosen STAINU Jakarta di Parung  Bogor

Pengurus Harian:
Ketua                         : Muahammad Noer El-Malehiy
Wakil                         : Saifuddin
Sekretaris                 : Fadhielah Muharram
Sekretaris                 : Noer Romlah Hamied

Departemen-departemen:
Pendidikan                       : 

  1. M. Ali Ma’ruf
  2. Maman Hilman
  3. Dian Lestari
Pemuda & Olahraga     : 

  1. M. Syukron
  2. Mahmud Abdullah
Agama                                 : 

  1. Burhanuddin
  2. Aji Yunus Permana
Logistik                              : 

  1. Agus salim
  2. Imamut Taufik
Humasy                              : 

  1. M. Muslim
  2. A. Syakir
            

Latar Belakang Tunas


Melihat beberapa pergerakan Wahabiyyin yang begitu gencar menyebarkan ajaran mereka baik akidah, fikih maupun produk andalan mereka (khilafah), kami sebagai generasi muda nahdliyyin merasa tergerak untuk ikut mengimbangi pergerakan mereka. Harapan kami lebih besar lagi yaitu bisa menetralisir ajaran-ajaran mereka yang bertolak dengan semangat nahdliyyah.

Diantara faktor lain yang mendorong pergerakan kami adalah ketika banyak dari teman-teman mahasiswa setiap kali mendapat tugas membuat makalah, ternyata kebanyakan dari mereka ketika measukkan keyword ke Google untuk mencari perbandingan dan tambahan wacana, yang mereka temukan adalah artikel-artikel yang diposting oleh Wahabiyyin, atau artikel postingan non wahabiyyin tapi karena mungkin si penulis tidak sadar atau tidak tahu, postingan mereka mengambil referensi dari pendapat-pendapat ulama Wahabi.

Selain dari beberapa motivasi di atas, Sebagai telur yang lahir dari STAINU yang notabenenya lembaga pendidikan buah perjuangan NU, komunitas kami juga terinspirasi untuk aktif di bidang sosial, keorganisasian, dan kajian-kajian keagamaan.

Kami berharap, pergerakan kami ini mendapat restu dan dukungan dari para pembaca selain saran kritik yang tentunya sangat kami butuhkan.

TTD

PENGURUS TUNAS-PERMATA


Jumat, 28 Desember 2012

Galeri Tunas

Pengurus Tunas Permata

Melepas lelah setelah diskusi bulanan


Rapat pengurus Harian II

Makan bersama setelah Rapat Pengurus Harian dengan menggunakan daun pisang.

Delegasi Futsal dari Tim Tunas yang diadakan oleh STAINU se-Jabodetabek.

Interview penyegaran anggota baru oleh Dewan Pembina

Serius saat sidang pembahasan agenda Baksos.

Rabu, 26 Desember 2012

Download Aplikasi

Untuk mendownload aplikasi - aplikasi di bawah ini sahabat harus meng-klik terlebih dulu, kemudian sahabat akan diarahkan ke 4shared, setelah itu klik link 'unduh' atau 'download' yang terletak di kiri di bawah nama aplikasi, setelah pindah ke halaman baru klik link 'unduh Gratis' dan tunggu 20 detik setelah itu klik 'download file' dan simpan.selesai.

Klik Link Di Bawah Ini Untuk Download!

Baca : 
Kajian Islam:
>> Cara cepat browsing
>> Install font Arab

Kunjungi juga kami:




Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More